Support My Blog

Saturday, July 4, 2020

SUWEG - KENALI TANAMAN INI

SUWEG (Amorphophallus campanulatus) merupakan sejenis tanam umbisi iaitu perkataan didalam bahasa Jawa dari keluarga Araceae yang memang jarang dikenali di Malaysia. Tumbuhan ini adalah tanaman anggota kumpulan genus  Amorphophallus dan masih berkerabat dekat dengan bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) dan Iles-iles (A. muelleri) serta Porang. Suweg sering didapati selalu ada kekeliruan dengan pokok Iles-iles sebab kedua-duanya menghasilkan umbisi dari perdu batang yang boleh dimakan dan ada juga persamaan didalam sifat morfologi daun pada peringkat vegetatifnya. Nama lain bagi tumbuhan ini adalah porang walau pun ia berbeza dari beberapa ciri pada batang dan 'kataknya'. Nama lain trmasuk Elephant foot yam, Stink lily (bahasa Inggeris), Teve (bahasa Tonga), Jimmikand, Suran, Chenna, ol (bahasa Bengal), serta Oluo (bahasa Odia). Didakwa tumbuhan Suweg adalah berasal atau natif dari Asia Tenggara dan tumbuh di hutan-hutan kawasan Malesia, Filipina, serta India Tropika (bahagian selatan India). Suweg adalah umbi paling besar di dunia. Ukuran umbi suweg bisa mencapai diameter lebar 40 cm. Bentuknya bundar agak pipih. Sementara diameter tinggi umbi bisa mencapai 30 cm. Seluruh permukaan kulit suweg penuh dengan bintil-bintil dan tonjolan yang sebenarnya merupakan anak umbi dan tunas. Sementara di bahagian atas tepat di tengah-tengah lingkaran umbi ada terletak tunas utamanya. Suweg di seluruh dunia dilaporkan ada sekitar 90 jenis semuanya. Selain suweg dan bunga bangkai raksasa yang juga dikenalpasti hampir sama adalah termasuk Iles-iles (Amorphophlallus konyac) dan Acung (Amorphophallus variabilis). Umbisi bagi suweg sebenarnya merupakan batang yang berada dalam tanah. Sementara batang suweg  yang boleh membesar dengan diameter 10 cm dan setinggi 1.5 meter dengan berwarna hijau belang-belang putih mirip corak pada ular. Struktur ini sebenarnya hanyalah tangkai daun. Daun suweg sendiri menjari banyak dan membentuk seperti payung selebar 1 meter. Batangnya akan menguning, layu lalu mati menjelang musim kemarau dan pada musim kemarau umbisi ini akan mengalami masa dorman (istirahat). Ia akan tumbuh kembali pada awal musim hujan. Benih yang ditanam bila matang hasilkan umbi yang mencapai ukuran sehingga berat 10 kg dalam masa pertumbuhan sekitar 5 tahun atau lebih. Suweg tumbuh ditanah yang gembur di bawah naungan tanaman lain. Artikel subuh ini dalam blog "Anim Agro Technology" saya paparka mengenai tanaman Suweg yang orang Malaysia jarang dengar atau jumpa utnk dijadikan bahan rujukan anda.

Suweg merupakan tumbuhan herba yang akan hidup menahun dimana batangnya berbentuk tegak, lembut, halus berwarna hijau atau hitam berbelang-belang putih. Batang tunggal memecah menjadi tiga cabang sekunder dan akan memecah lagi sekaligus menjadi tangkai daun (Sila anda lihat foto disebelah). Pada setiap pertemuan batang akan tumbuh bintil berwarna coklat kehitaman sebagai alat perkembangbiakan suweg. Tinggi tanaman dapat mencapai 1,5 meter dan ia bergantung umur dan kesuburan tanah. Suweg pada awalnya dijumpai di kawasan tropika dari Afrika sampai ke pulau-pulau Pasifik dn ia kemudian menyebar ke negara beriklim sedang seperti China dan Jepun. Jenis A. muelleri Blume pula asalnya dijumpai di Kepulauan Andaman India dn ia menyebar ke arah timur melalui Myanmar masuk ke Thailand dan ke Indonesia. Tanaman ini tumbuh dimana sahaja seperti di pinggir hutan jati atau di bawah rumpun buluh dan di tepitepi sungai, di semak belukar dan di tempat-tempat di bawah naungan yang beranekaragam. Bagi tujuan untuk mencapai pengeluaran umbi yang tinggi diperlukan naungan 50 - 60%. Tanaman ini tumbuh dari dataran rendah sampai 1,000 meter di atas permukaan laut dengan suhu antara 25 - 35 Celcius sedangkan curahan hujannya antara 300 - 500 mm per bulan untuk pertumbuhannya. Pada suhu di atas 35 Celcius selalunya daun tanaman akan terbakar. Akan tetapi pada suhu rendah pula akanmenyebabkan suweg mengalami masaalah pertumbuhan 'dormant' atau berehat. Tumbuhan ini sesuai ditanam ditanah bertekstur ringan seperti tanah liat berpasir, strukturnya gembur, dan kaya zat makan di samping itu juga memiliki pengairan baik. Lebih sesuai jika tanahnya ada kandungan humus yang tinggi dan memiliki pH tanah 6.0 - 7.5. 

Cara penanamannya suweg dilakukan secara terbalik. Bahagian kulit luar yang bertunas ditaruh menghadap ke bawah, sementara bekas hirisan menghadap ke atas. Mata tunas dengan lingkaran kulit sekitar 3 cm perlu diletakkan menghadap ke bawah dan bekas hirisan umbi suweg menghadap ke atas. Tunas utama ini perlu diletakkan di bahagian tengah lubang dimana kulit dengan mata tunas diletakkan di sekelilingnya. Selanjutnya lubang ditimbun dengantanah. Kalau penanaman tunas utama ini tidak dibalik maka pertumbuhan tanaman akan terlambat, atau malahan tidak boleh tumbuh sebab reput. Tunas ini akan tumbuuh kalau hujan turun sekitar dua minggu dengan berterusan. Tunas utama menjadi tanaman dengan saiz tunas yang besar sementara anakan umbi dan kulit akan menjadi tanaman yang sangat bervariasi ukurannya dimana ia akan tumbuh di sekitar tunas utama. Kalau tunas utama atau umbi yang masih berukuran kecil ini menumbuhkan dua batang tanaman maka petani akan mengambil pucuk tanaman yang tumbuh untuk dijadikan sayuran. Sayur pucuk tanaman suweg ini rasanya sangat enak dnan khusus. Pokok tumbuh baik didalam keadaan banyak hujan sebaliknya terencat waktu musim panas dan kemarau. Pada awal musim kemarau tanaman akan menguning kemuidan menjadi layu lalu kemudian akan mati. Pada masa itul umbi suweg boleh dtuai awal. Tunas utama tanaman suweg akan menghasilkan umbi yang tiap tahun ukurannya makin besar hingga boleh mencapai ukuran optima berdiameter sekitar 40 cm. Proses pengambilan tunas utama tersebut harus meninggallaknisi daging umbisinya. Pengambilan tunas utama ini terlalu tipis mengakibatkan pertumbuhannya akan lambat dan pokok mengecil atau malahan tidak dapat tubuh karena rosak. Kalau umbi ini berasal dari hirisan matatunas utama, maka pada bahagian bekas irisan akan tampak kulit umbi yang sangat halus dengan warna lebih muda. Pada kulit bekas irisan ini, sama sekali tidak tumbuh tunas maupun anak umbi. Warna daging umbi suweg coklat kekuningan. Tekstur umbi sangat kasar dan biasanya umbi suweg dimasak dengan cara dipotong-potong lalu dikukus. Untuk menghindari rasa gatal sebaiknya umbi dikupas kulitmya sampai bersih (tidak ada kotoran tanah) dan selanjutnya tanpa dicuci langsung dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam kukus. Rasa umbi seweg menyamai keladi hanya ia sedikit lembik (Sila lihat foto dibawah). Umbi kukus ini boleh langsung dimakan ketika masih panas atau ia boleh ditumbuk hingga hancur dmana ia kemudian dipadatkan pada dulang dan dibiarkan dingin. 

Proses pemprosesan umbi suweg boleh dilakukan dengan pengeringan terlebih dahulu. Caranya dengan umbi yang telah dicabut dari dalam tanah mesti dibersihkan, dikupas dan di cuci dengan air bersih. Kemudian umbi suweg dihiris nipis-nipis dan dikeringkan dalam oven pada suhu 50 °C selama 18 jam. Ia kemudian dikisar dengan blender dan diayak sampai diperoleh ukuran tepung 60 mesh. Tepung kemudian dapat dimakan melalui berbagai macam cara masakan. Berlainan dengan umbi porang yang mana ia sangat besar dengan tebalnya mencapai 25 cm selalu akan mememiliki kandungan glukomanan cukup tinggi. Glukomannan adalah polisakaride yang tersusun atas glukosa dan manosa. Di kawasan Asia Tenggara jenis Amorphophallus penghasil glukomanan yang dikenal dengan konjac plant terdiri dari beberapa jenis iaitu A. rivieri, A. bulbifer atau A. konjac. Umbi porang mengandung kristal kalsium oksalat yang jika dimakan mentah akan membuat mulut, lidah dan kerongkongan terasa tertusuk-tusuk. Untuk menghilangkannya, umbi porang dapat dimasak atau dengan mengeringkannya. Bagi orang-orang yang memiliki kecenderungan rematik, arthritis, gout, dan batu ginjal harus menghindari makanan ini.Manfaat porang banyak sekali terutama dalam industri obat dan suplemen makanan dan perkara ini terutama disebabkan oleh sifat kimia tepungnya  sebagai pengental (thickening agent), gelling agent dan pengikat air. Glukomannan saat ini dijadikan suplemen pangan yang dikonsumsi penderita diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, sembelit dan penurun berat badan. Di Jepun pula umbi ini akan diproses dengan cara dimasak dan dilumatkan untuk mendapatkan pati, kemudian dipadatkan menggunakan air kapur menjadi gel istimewa yang disebut sebagau ‘Konnyaku’.Manfaat lain porang adalah sebagai lem, film, penguat kertas, pembungkus kapsul dan juga untuk perekat tablet. Semuga semua pembaca blog anim agro technology memberi info berguna kepada pembaca anim agro technology kali ini. Wasallam!!...
NAMANYA SUWEG... IA BAHASA AJAWA...
TANAMAN UMBISI...ADA DI INDONESIA...
MENGHASILKAN UMBISI.. DIBAWAHNYA...
SIAPA BERMINAT... BOLEH TANAMNYA...

By,
M Anem,
Senior Agronomist,
Precint 11, Putrajaya,
WP Putrajaya,
Malaysia.
(3 Zulkaedah 1441H).

PESARA TLDM TANAM TERUNG

TERUNG (Solanum melongena) merupakan sejenis tanaman sayur jenis buah yang banyak ditanam di Malaysia untuk kegunaan domestik dan eksport. Terdapat banyak jenis terung yang ditanam di negara kita daripada jenis terung panjang (terung ungu), Terung Putih, Tering Bulat, Terung Pipit, Terung Thailand (Terung Lalap) dan banyak jenis lagi. Pada tahun 2019 seluas 2,710 hektar kebun ditanam terung dengan pengeluaran sebanyak 43,780 metrik tan (Sumber: Booklet Statistik Tanaman, Jabatan Pertanian Malaysia 2019). Negeri utama yang luas menanam terung di Malaysia adalah Johor (786 hektar) diikuti dengan Pahang (498 hektar) dan Sarawak (254 hektar) pada tahun yang sama. Kebanyalan tanaman terung ini adalah secara konvensional iaitu ditanam diatas tanah tetapi telah ramai yang menanam secara fertigasi sama ada berada diatas plastik atau pun secara fertigasi gantung. Terung merupakan sejenis sayuran buah yang sesuai dimasak sebagai sayur tumis, dimasukkan didalam kari atau dimasak sambal. Terdapat beberapa vaireti popular bagi tanaman terung yang mana benihnya ada dijual oleh syarikat pebekal benih tempatan dimana dakwa mereka termasuk jenis terung hibrid yang mahal harga benihnya. Terung merupakan tanaman yang perlukan penjagaan baik agar menghasilkan tuaian berkualiti dan memberikan pulangan baik. Artikel subuh ini dalam blog "Anim Agro Technology" saya kongsi info mengenai pesara tentera laut TLDM yang mengusahakan tanaman terung sebagai satu cara mendambah pendapatan untuk bahan bacaan semua.

Seorang bekas anggota Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) memilih terung sebagai komponen utama dengan menyertai Fertigasi Rakyat di bawah pengurusan Pejabat Pertanian Daerah Perak Tengah di Pusat Pertanian Gelong Gajah, Beruas, Perak. Mohd Azam Junus yang berumur 37 tahun telah mula menceburi dunia pertanian sejak 2013 selepas menamatkan perkhidmatan pakaian seragam dalam pasukan keselamatan itu. Anak kelahiran Jengka, Pahang, sebelum ini memilih tanaman cili kulai (MC10) sebelum dia mula beralih sepenuhnya kepada terung kerana penjagaan tanaman itu lebih mudah dan tidak memerlukan air yang banyak (Sila lihat foto disebelah). Selain itu pengurusan racun juga lebih mudah berbanding tanaman lain dan pokok terung juga tahan lasak dengan mengambil masa dalam tempoh tiga hingga empat bulan untuk mengeluarkan hasil selepas proses semaian dilakukan. Terung sesuai ditanam di tanah jenis gambut dan saya mengusahakan 0.8 hektar setengah di dua tapak berlainan di lokasi sama. Hasil dari beberapa lawatan kelokasi kebun terung beliau kini telah pun menggunakan kaedah tanaman berbeza iaitu secara fertigasi yang mempunyai 2,450 pokok dan ditanam di batas tanah sebanyak 1,500 pokok.

Pada beliau terung yang ditanam secara fertigasi agak sukar khususnya kaedah pengurusan tanamannya kerana ia memerlukan penjagaan baja yang mencukupi membabitkan kos tinggi berbanding ditanam di batas tanah secara moden konvensional. Mohd Azam berkata, kaedah fertigasi terung perlu dibaja mengikut formula dengan penjagaan yang betul bagi mendapatkan hasil terbaik dan semua terung ditanam adalah jenis nyonya yang bentuknya panjang. Dakwanya sepokok terung akan mampu mengeluarkan hasil hampir lima kilogram (kg) dan sebulan kebunnya mengeluarkan hasil 2,800kg. Harga jualan pernah mencecah RM4 sekilogram pada harga ladang. Paling rendah dijual pada harga RM2.50.kg  dan jenis ini juga mendapat permintaan tinggi daripada semua pelanggan kerana terung nyonya lebih sedap dan manis serta paling sesuai dimasak pajeri. Menurut bapa dua anak itu, walaupun sebelum ini dia boleh dikatakan hidup selesa tanpa perlu membanting tulang di kebun dengan pendapatan tetap sebagai penjawat awam selama 13 tahun, namun tidak pernah kesal memilih pertanian sebagai punca pendapatan biarpun bidang itu mempunyai risikonya tersendiri. Ketika dalam peralihan iaitu kursus wajib diikuti anggota yang mahu menamatkan perkhidmatan tanpa berfikir panjang saya memilih pertanian kerana minat yang mendalam dalam bidang ini.

Bagi Mohd Azam jika minat itu disertai dengan ‘jiwa’ dan usaha pasti ia akan membuahkan hasil biarpun pada awalnya kita akan jatuh dahulu sama seperti yang dilalui ketika di awal pembabitan dalam bidang ini apabila pernah tidak mendapat keuntungan. Namun kini dengan hanya berbekalkan semangat, bantuan serta sokongan yang diberikan Jabatan Pertanian selain keluarga dan pengalaman lalu saya bangkit semula dengan tanaman terung,” katanya yang memperoleh pendapatan kasar kira-kira RM5,000 hingga RM10,000 sebulan. Sementara itu ditanya kepada  Penolong Pegawai Pertanian Daerah Perak Tengah (Pembangunan Komoditi) Nor Afifah Zawawi menyatakan dimana petani ini adalah antara 26 peserta program Fertigasi Rakyat yang mula diperkenalkan sejak tahun 2013 sehingga tahun lalu. Program ini memberikan bantuan asas berupa input pertanian dan khidmat nasehat teknikal bagaimana menguruskan penanaman sayuran yang dilakukan. Setiap peserta akan dipantau sejak memulakan aktiviti penanaman sehingga kepada penentuan gred kualiti tanaman dan juga aspek-aspek pemasarannya. Jabatan Pertanian akan terus hadir untuk membantu dalam menyediakan kemudahan seperti tapak, beg semaian, rumah fertigasi, benih, baja, racun selain khidmat nasihat. Penanaman sayuran dan buah-buahan merupakan satu aktiviti yang membekalkan makanan negara sehingga kebergantungan kepada produk makanan impport dapat dikurangkan. Kepada semua yang berminat untuk mengikuti program Fertigasi Rakyat. Semuga tulisan ini memberi info berguna kepada semua pembaca blog anim agro technology kali ini. Wasallam!!..
TANAMAN TERUNG... KAWASAN TERBUKA...
TEKNIK FERTIGASI... MUDAHNYA DIJAGA...
HASIL BERKUALITI... DITERIMA PENGGUNA...
PESARA TENTERA... TERBUKTI DIA GEMBIRA...

By,
M Anem,
Senior Agronomist,
Taman Medan Ria,
Raub, Pahang,
Malaysia.
(6 Zulkaedah 1441H).

Friday, July 3, 2020

KHASIAT SACHA INCI - APA DIA?

SACHA INCHI (Plukenetia volubilis) merupakan sejenis tanaman kekacang yang amat kurang dikenali di negara kita Malaysia. Bagaimana pun ramai mula bertanya penulis blog mengenai tanaman ini yang didakwa amat berkhasiat apabila pihak RISDA mencadangkan tanaman ini sesuai diusahakan oleh pekebun kecil getah bagi meningkatkan pendapatan mereka. Tumbuhan berasal dari negara PERU ini juga dipanggil sebagai 'Sacha Peanut', 'Inca Peanut', 'Mountain Peanut' dan 'Sacha Inci'. Tumbuhan ini kini ada ditanam secara komersil di Thailand, Vietnam dan Kemboja untuk menghasilkan bijinya yang mengandungi minyak yang sangat bernilai. Penulis blog kali pertama melihat tanaman ini semasa melawat negara Thailand dan kali kedua semasa melawat Vietnam walau pun masa itu belum berminat untuk menulis blog. Tumbuhan ini adalah jenis renek (shrub) yang parrenial dengan memerlukan sokongan untuk menjalar diaatas kayu sokongan untuk penanaman komersil. Ia jenis tanaman yang perlukan cahaya matahari 100% atau dengan sedikit perlindungan sahaja. Memerlukan tanah yang subur dengan ada air yang mencukupi dan sistem saliran yang baik. Tanah dengan pH diantara pH5.1-5.5 dikatakan sesuai untuk petani menjadikan pertumbuhan dengan baik dan aplikasi bahan organan. Tanaman ini selalunya ditanam oleh pekebun kecil dengan keluasan yang mudah dijaga dan ada yang menanamnya sebagai tanaman keliling rumah dinegara jiran untuk menambahkan pendpatan keluarga dengan menjual bijinya kepada pemborong. Penulis mendapati banyak produk yang dihasilkan daripada tanaman sacha inchi dipasaran sebagai makanan kesihatan. Saya ada menulis dan membuat posting artikel ini pada tahun 2017 dimana untuk pautan (Sila klik disini). Artikel petang Sabtu ini saya menulis dalam "Anim Agro Technology" mengenai tanaman sacha inci dan khasiatnya untuk pembaca yang berminat dengannya sebagai rujukan.

Sacha Inchi kurang dikenali di Malaysia dimana ia berasal dari Hutan Amazon Peru dan sudah lama ditanam serta digunakan sejak beribu tahun yang lalu oleh masyarakat orang asli Inca di Peru sebagai herba ubat disana. Menurut portan delimajelita2u.com yang saya rujuak didakwa biji Sacha Inchi mempunyai kandungan protein tinggi sebanyak 27% dan minyak sebanyak 35%-60%. Minyak didalam Biji Sacha Inchi kaya dengan asid lemak penting seperti omega-3, omega-6 dan omega-9 serta vitamin A dan E sekaligus menjadikannya sumber bahan antioksidan yang terbaik sehingga digelar 'Power Food' oleh negara2 tertentu. Biji Sacha Inchi tidak boleh dimakan secara mentah kerana sukar ditelan, melekat dan tersangkut pada kerongkong. Ia perlu perlu dipanggang menggunakan oven atau digoreng tanpa minyak bersama kulitnya sebelum ia boleh dimakan isi dalam sebagai kacang atau dimasukan kedalam kapsul supaya mudah ditelan. Portal ini menyatakan dimana diantara Khasiat Sacha Inchi adalah untuk kesihatan jantung, Mengawal kencing manis, Mengawal kolestrol dalam darah dan melancarkan perjalanan darah. Ia juga khasiatnya untuk mencerdaskan otak. anti kanser, melancarkan dan menjaga sistem buah pinggang dan juga pulihkan tenaga batin lelaki dan wanita. Kegunaan lain minyak dari biji Sacha Inchi banyak digunakan didalam produk kosmetik sebagai agen pembantu menyihat dan melembabkan kulit sekaligus dapat mengurangkan kedutan dan juga jeragat kulit, ia juga mampu menyembuhkan penyakit kulit serta bantu tingkatkan kesuburan rambut. Cara guna dengan mengoreng biji sacha inchi tanpa minyak atau panggang menggunakan oven. Pecahkan kulit luarnya dan makan isi dalam yang berwarna putih 1biji 1kali 1hari sebagai suppliment kesihatan, isi biji sacha inchi rasa lemak seperti kacang goreng.


Pokok Sacha Inchi (Plukenetia volubilis) merupakan sejenis tanaman kekacang yang kurang dikenali di Malaysia yang didakwa amat berkhasiat apabila pihak RISDA mencadangkan tanaman ini diusahakan oleh pekebun kecil getah bagi meningkatkan pendapatan mereka. Blog sentiasapanas.com yang saya rujuk menarik untuk dikongsi bersama semua pembaca blog anim agro technology kali ini. Khasiat Sacha Inchi yang mempunyai banyak khasiat-khasiat penting yang di perlukan oleh tubuh badan yang dapat membantu mencegah pelbagai jenis penyakit kita yang berbahaya. Sacha Inchi kaya dengan Omega 3 yang lebih tinggi berbanding dengan kandungan omega dalam ikan dan juga jenis-jenis pokok yang lain. Antara kandungan yang terdapat dalam Sacha Inchi adalah Omega 3 (48%), Omega 6 (35%) dan Omega 9 (9%)Kelebihan ini dapat membantu merawat dan mencegah masalah-masalah utama yang dihadapi oleh setiap tubuh badan. Antara khasiat-khasiat yang terdapat dalam Sacha Inchi kerana ia didakwa membantu mencegah dan meningkatkan kesihatan jantung serta melancarkan pengaliran darah dalam tubuh. Ia juga akan membekalkan nutrisi penting kepada otak untuk lebih produktif dan kreatif serta meningkatkan daya ingatan, membantu mencegah dan melawan sel-sel kanser dan juga menguatkan tulang dan sendi serta memperbaiki ligament yang telah koyak. Khasiat seterusnya melancarkan sistem buah pinggang dan pencernaan yang dapat membantu membuang lemak-lemak berlebihan yang boleh mengakibatkan obesiti dann juga meningkatkan tahap kesihatan paru-paru dan membantu mengurangkan penyakit asma dan alahan. Sesuai untuk ibu mengandung di mana dapat meningkatkan tumbesaran bayi dalam kandungan serta perkembangan otak bayi. Ia akan melancarkan keseluruhan sistem dan setiap organ dalam tubuh agar dapat berfungsi dengan baik dan mampu menurunkan tahap kandungan gula dalam darah. Khasiat selanjutanya ia dapat memberikan nutrisi penting untuk retina agar mata sentiasa segar dan tahap penglihatan yang lebih optimum dan juga membantu menyihat dan melembabkan kulit serta dapat mengurangkan kedutan dan jeragat. Minyak Sacha Inchi juga boleh menyembuhkan penyakit-penyakit kulit dan juga membantu meningkatkan tahap kesuburan rambut.


Bagi mengukuhkan lagi akan khasiat sacha inchi yang banyak ditulis maka saya kunjungi pula blog berkaita milik mustafayas.in dimana beliau juga menyatakan akan 12 khasiat tumbuhan ini. Beliau nyatakan Sacha Inchi kaya dengan Omega 3 yang lebih tinggi berbanding dengan kandungan omega dalam ikan dan juga jenis-jenis pokok yang lain. Antara kandungan yang terdapat dalam Sacha Inchi adalah Omega 3 (48%), Omega 6 (35%) dan Omega 9 (9%). Kelebihan ini dapat membantu merawat dan mencegah masalah-masalah utama yang dihadapi oleh setiap tubuh badan. Antara khasiat-khasiat yang terdapat dalam Sacha Inchi dakwanya dapat membantu mencegah dan eterusnya meningkatkan kesihatan jantung serta melancarkan sistem pengaliran darah dalam tubuh. Membekalkan nutrisi penting kepada otak untuk lebih produktif dan kreatif serta meningkatkan daya ingatan. Membantu mencegah dan melawan sel-sel kanser. Menguatkan tulang dan sendi serta memperbaiki ligament yang telah koyak. Melancarkan sistem buah pinggang dan pencernaan yang dapat membantu membuang lemak-lemak berlebihan yang boleh seterusnya mengakibatkan obesiti. ia juga akan meningkatkan tahap kesihatan paru-paru dan membantu mengurangkan penyakit asma dan alahan. Sesuai untuk ibu mengandung di mana dapat meningkatkan tumbesaran bayi dalam kandungan serta perkembangan otak bayi. Melancarkan keseluruhan sistem dan setiap organ dalam tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Menurunkan tahap kandungan gula dalam darah. Memberikan nutrisi penting untuk retina agar mata sentiasa segar dan tahap penglihatan yang lebih optimum.
Membantu menyihat dan melembabkan kulit serta dapat mengurangkan kedutan dan jeragat. Minyak Sacha Inchi juga boleh menyembuhkan penyakit-penyakit kulit dan juga membantu meningkatkan tahap kesuburan rambut. Semuga tulisan ini memberi info berguna kepada semua pembaca blog anim agro technology kali ini. Wasallam!!!...
SACHA INCHI... BANYAK KHASIATNYA...
PENYAKIT DISEMBUHKAN...BERGUNA...
OMEGA 3 PULA... KANDUNGAN UTAMA...
BANYAK RUJUKKAN...DAPAT ILMUNYA...

By,
M Anem,
Senior Agronomist,
Precint 11, Putrajaya,
WP Putrajaya,
Malaysia.
(29 Syawaal 1441H).

Thursday, July 2, 2020

BEZA PORANG, SUWEG, ILES-ILES & WALUR

TANAMAN UMBISI PORANG, SUWEG, WALUR DAN ILES-ILES merupakan sejenis tanaman yang kurang dikenali di Malaysia akan tetapi ia adalah sejenis tanaman umbisi yang popular di Indonesia untuk pasaran domestik dan eksport. Porang (Amorphophallus oncophyllus) atau yang juga kalangan orang biasa yang tidak mahir mengenalnya sebagai dengan nama Suweg, Walur atau Iles-iles termasuk famili Araceae merupakan jenis tanaman umbisi yang mana ia mempunyai potensi dan prospek untuk dikembangkan di negara jiran Indonesia. Tanaman ini sebenarnya termasuk tjenis tumbuhan liar sehingga di kalangan petani Indonesia belum banyak yang telah kenal. Porang sendiri ada tumbuh secara sporadic di hutan-hutan mahupun di pekarangan dan baru beberapa masa terdekat ini pokok atau porang mulai dikomersilkan. Porang sesuai tumbuh di dataran tanah yang rendah hingga ketinggian 1,000 m di atas permukaan laut dengan suhu antara 25 - 30 darjah Celsius dan curahan hujan antara 300 - 500 mm per bulan selama jangkamas proses pertumbuhan. Benih porang biasa menggunakan dari potongan umbi batang ataupun umbinya yang telah memiliki tunas yang keluar atau umbi katak (bubil) yang dihasilkan pokok dewasa dan boleh ditanam secara langsung. Purata ketinggian pokok porang sekitar 100 - 250 cm. Ciri lain bagi tanaman porang adalah mempunyai batang tumbuh cra menegak, lunak serta batang halus berwarna hijau atau hitam belang-belang dengan bintik-bintik berwarna putih. Oleh kerana masih ramai kalangan umum belum kenal tanam ini maka artikel ini akan menjelaskan akan beberapa perbezaan pada tanaman Porang, Suweg, Walur dan Iles-iles yang boleh menjadi bahan rujukkan anda semua melalui tulisan dalam blog "Anim Agro Technology" kali ini.


Sebenarnya tanaman porang memiliki nilai strategik untuk dikomersilkan disebabkan ia mempunyai peluang yang cukup besar untuk dieksport. Di negara Indonesia pada tahun 2018 tercatat pengeksportan sebanyak 254 metrik tan yang bernilai sebanyak Rp 11.31 miliar (RM34.04 juta ) kebeberapa negara seperti ke Jepun, China, Vietnam, Australia dan sebagainya. Walau pun dilaporkan dimana umbi porang ketika ini masih banyak yang berasal dari hutan dan belum banyak dihask]lkan dari kebun komersil akan tetapi penanaman semakin meluas. Ada beberapa kilang yang mampu memporses tepung porang ketika ini di Jawa seperiti yang berada di Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung serta Maros. Pokok Porang dapat tumbuh di semua jenis tanah namun apa yang penting adalah porang akan tumbuh dengan baik di tanah yang memiliki pokok naungan seperti pohon jati, mahoni dan Albasia (sengon). Peringkat awal ini pokok porang ada ditanam pada kebun di sekitar pookok jati yang rendang dan dilihat hanya ditanam sekali sahaja sebelum ia dituai. Selepas itu umbi akan tumbuh lagi setelah menuai dengan meninggalkannya dilubang semula. Kini ada 3 teknik bagi menghasilkan benih porang iaitu menggunakan katak, buah atau biji dan umbisi porang itu sendiri. Bagaimana pun kaedah menggunakan biji dilaporkan paling mudah dan cekap untuk penanaman porang secara komersil.


Tanaman Porang akan berbunga pada umur sekitar 4 tahun dimana selalunya berbunga dimana bunga tersebut akan berubah menjadi buah dan kemudian menghasilkan biji yang baik dikembangbiakan pada musim hujan (Sila lihat foto disebelah). Dalam amalan biasa selalunya tanaman komsrsil porang boleh dituai setelah 3 tahun tumbuhan tersebut ditanam. Cara menuainya ialah dengan mengambil umbi yang paling besar dari tumbuhan tersebut dan diproses. Dalam pada itu amalan dilakukan dimana umbi yang kecil dibiarkan saja di kebun agar pada ketika musim hujan umbi tersebut dapat tumbuh lebih besar lagi. Kkemudian setelah umbi yang besar diambil dan dibersihkan dari tanah dan akar, umbi kemudian dipotong-potong setebal 1 cm dan perlu dijemur sehingga cukup kering. Cara mengiris menentukan kualiti porang kering. Jika salah mengiris dan porang tidak kering pada masa penjemuran maka akan timbul cendawan dimana ia akan merugikan. Pendapatan akan terjejas kesan kerosakkan hirisan poring yang dijemur ini akibat oleh kehadiran cendawan. Porang banyak dimanfaatkan untuk bahan asas seperti tepung, kosmetik dan penjernih air. Selain itu ia juga digunakan untuk pembuatan lem dan "jelly" yang beberapa tahun terakhir kerap dieksport ke Jepun. Ada laporan dimana umbi porang banyak mengandung bahan dikenali glucomannan berbentuk tepung. Glucomannan merupakan serat semulajadi yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental, bahkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang. 

Berikut adalah beberapa fakta mengenai perbezaan diantata Porang, Suweg, Walur dan Iles-iles untuk difahami oleh semua pembaca anim agro technology:-


(1) PORANG
Porang (Amorphopalus muelleri Blume) mempunyai benruk daun lebar, hujung daun runcing warna hijau, batang halus belang belang hijau dan putih. Umbi berserat halus dan berwarna kuning, tidak terdapat bintil (calon tunas/anakan). Pada setiap cabang dan ketiak daun terdapat bubil atau dipanggil sebagai 'katak' yang boleh dijadikan bahan tanaman. Selain ia mempunyai jenis daun Lebar, hujung Daun Runcing dan berwarna hijau muda biasanya pada bahagian Kulit Batang halus dan berwarna belang hijau dan putih (Sila lihat foto disebelah). Pada permukaan umbi tidak terdapat bintil dimana umbinya berserat halus dan berwarna kekuningan.  Pada setiap pertemuan batang ada bubil atau katak. Umbi digunakan setellah melalui beberapa proses.

(2) SUWEG
Suwek atau pyn Suweg (Amorphopalus companulatus) pula mempunyai bentuk daun kecil, ujung runcing warna hijau mengkilat, batang agak kasar belang hijau dan putih. Kelainan pada permukaan umbi terdapat bintil ( Calon tunas atau anakan) dimana ia tidak terdapat bubil atau katak. Umbi suwek langsung boleh dimasak dan dimakan selepas dituai tidak seperti porang yang perlu diproses dahulu. Selain mempunyai saiz daun yang kecil, hujung daunnya meruncing dan berwarna hijau. Perbezaan nyata terletak pada kulit batang agak kasar dan berwarna belang hijau dan putih (Sila lihat foto disebelah). Pada permukaan umbi banyak bintil dan kasar, umbi berserat halus dan berwarna putih. Pada setiap pertemuan batang tidak ada bubil atau katak. Umbi bisa dimkan setelah di kupas bersih dan dimasak.


(3) WALUR
Walur (Amorphopalus variabilis) mempunyai bentuk daun kecil dengan hujung runcing warna hijau berkilat dan ia ada batang berduri tajam dengan ada titik berwarna hijau dan putih. Pada bahagian umbi terdapat bintil (calon tunas/anakan) kulitnya berwarna coklat, umbi berserat kasar dengan warna agak kemerahan dan pada daun tidak terdapat bubil atau katak.
Daun Kecil dengan hujung daun meruncing dan ia berwarna hijau. Bahagian batangnya berduri tajam dengan ada corak berwarna hijau dan putih (Sila lihat foto disebelah). Pada permukaan umbi terdapat bintilndengan kulitnya berwarna coklat dengan warna agak kemerahan. Pada setiap tempat pertemuan batang tidak ada bubil atau katak.



(4) ILES-ILES
Iles-iles (Amorphophallus spp) pula ia mempunyai bentuk daun kecil, ujungnya runcing warna hijau tua, kulit batang halus berwarna keunguan, bercak putih, umbi berwarna putih seperti bengkoang pada permukaan berbintil (calon tunas / anakan), serat halus berwarna putih dan memang ia  tidak mempunyai bubil atau katak. Bahagian daun Kecil, hujung Daun Runcing dan berwarna hijau tua. Diteliti lanjut ia mempunyai Kulit Batang halus dan berwarna belang keunguan dan putih (Sila lihat foto disebelah). Pada permukan umbi ada bintil, umbi berserat halus dan berwarna putih seperti bengkoan. Pada setiap pertemuan batang tidak ada bubil atau katak.
Semuga tulisan ini memberi info berguna kepada semua pembaca anim agro technology kali ini. Wasallam!!,,,
NAMANYA PORANG... BANYAK GUNANYA...
UMBISI...TIDAK DIKENALI DI MALAYSIA,,,
SUDAH KOMERSIL... DI INDONESIA ADA...
BACA ARTIKEL... ANDA DAH TERPESONA..

By,
M Anem,
Senior Agronomiist,
Precint 11, Putrajaya,
WP Putrajaya,
Malaysia.
(2 Zulkaedah 1441H).

Posted from Room 11,
Bedrock Hotel, Ipoh, Perak.

Wednesday, July 1, 2020

SACHA INCI - INFO TERKINI!!!

SACHA INCHI (Plukenetia volubilis) merupakan sejenis tanaman kekacang yang amat kurang dikenali di negara kita, Malaysia. Bagaimana pun ramai mula bertanya penulis blog mengenai tanaman ini yang didakwa amat berkhasiat apabila pihak RISDA mencadangkan tanaman ini sesuai diusahakan oleh pekebun kecil getah bagi meningkatkan pendapatan mereka. Tumbuhan berasal dari negara Peru ini juga ada dipanggil sebagai 'Sacha Peanut', 'Inca Peanut', 'Mountain Peanut' dan 'Sacha Inci'. Tumbuhan ini kini ada ditanam secara komersil di Thailand, Vietnam dan Kemboja untuk menghasilkan bijinya yang mengandungi minyak yang sangat bernilai. Penulis blog kali pertama melihat tanaman ini semasa melawat negara Thailand dan kali kedua semasa melawat Vietnam walau pun masa itu belum berminat untuk menulis blog. Tumbuhan ini adalah jenis renek (shrub) yang parrenial dengan memerlukan sokongan untuk menjalar diaatas kayu sokongan untuk penanaman komersil. Ia jenis tanaman yang perlukan cahaya matahari 100% atau dengan sedikit perlindungan sahaja. Memerlukan tanah yang subur dengan ada air yang mencukupi dan sistem saliran yang baik. Tanah dengan pH diantara pH5.1-5.5 dikatakan sesuai untuk petani menjadikan pertumbuhan dengan baik dan aplikasi bahan organan. Tanaman ini selalunya ditanam oleh pekebun kecil dengan keluasan yang mudah dijaga dan ada yang menanamnya sebagai tanaman keliling rumah dinegara jiran untuk menambahkan pendpatan keluarga dengan menjual bijinya kepada pemborong. Penulis mendapati banyak produk yang dihasilkan daripada tanaman sacha inchi dipasaran sebagai makanan kesihatan. Dimaklumkan tanaman ini ada ditanam di Perak baru-baru ini/ Saya ada menulis dan membuat posting artikel ini pada tahun 2017 dimana untuk pautan (Sila klik disini). Artikel petang Sabtu ini saya menulis dalam "Anim Agro Technology" mengenai tanaman sacha inci status terkini tanaman ini berdasarkan kepada laporan di Vietnam untuk pembaca yang berminat dengan tanaman ini sebagai rujukan.

Dalam sebuah portal berita dari Vietnam iaitu https://vovworld.vn/ telah saya rujuk untuk mendapatkan info terkini. Artikel bertajuk "Do Thanh Khoa menjadi makmur dari pohon Sacha Inchi" memang menarik untuk dijadikan bahan bacaan dan rujukkan. Petani bernama Do Thanh Khoa adalah sebagai salah seorang petani pertama di Vietnam yang menanam pokok Sacha Inchi iaitu jenis pokok yang buah masaknya akan mengasilkan minyak. Tanaman ini adalah berasal dari Amerika Selatan kini telah berjaya ditanam beliau di kampong Thai Hoc, Thai Thuy, Daerah Thai Binh (Vietnam Utara). Dilaporkan setelah 5 tahun menanam pokok ini dan tumbuh sehingga sekarang dimana beliau telah mencapai hasil pendapatan sebanyak RM18,300 setahun atau sekitar RM1,500 sebulan (Tukaran duit 1 dong Vietnam = RM0.00018) iaitu penghasilan daripada menanam sacha inchi. Beliau nyatakan dimana Sacha Inchi adalah pokok tropika yang sangat sesuai dengan jenis tanah, iklim dan cuaca di Vietnam. Pokok ini mudah ditanam dimana cara menanamnya bermacam kaedah dari cara dengan menanam monokultur, intensifikasi, intergrasi dan selingan, cara selang seli dan lain-lain. Produk yang dihasilkan dari pokok ini juga adalah beranekaragam daripada bahagian bijinya diproses menjadi minyak pati, makanan kesihatan dan bahan asas untuk kosmetik. Bahagian daunnya pula dipetik untuk ianya digunakan menjadi teh, kudup bunganya digunakan sebagai sayuran dan bahagian kulit batang dan dahannya digunakan sebagai bahan bakar dan dijadikan  baja organik.

Sejarah bermula apabila beliau pada tahun 2012 dia menanam secara eksperimen jenis pokok sacha inci ini di kampong Hoa Binh. Pada permulaannya dia menanam secara ujicuba sebanyak hanya 2,000 pokok Sacha Inchi di kebun yang luasnya 1 hektar (2.47 ekar) di kebun yang keadaan berbukit di Mai Chau sekitar Hoa Binh. Akibat belum ada pengalaman kemudian didapati kesemua 2,000 pokok ini kemudian telah mati. Dia mengadu dan berjumpa dengan seorang pakar dari syarikat yang ada membekal benih di Thailand untuk membantu mengatasi masaalahnya. Hasil daripada tunjukajar pakar tersebut iaitu bagaimana untuk menjaga dan amalan agronomi kemudian dia telah membeli sebanyak 4,000 benih sacha inci lagi. Setelah ditanam dan dijaga dengan baik didapati pokoknya hidup subur sehingga beliau kini mempunyai kawasan kebun tanaman sacha inci seluas 10 hektar (25 ekar) iaitu sebagai pioneer tanaman sacha inci di Vietnam. Dilaporkan dimana setelah tanaman sacha inci ini dijaga sehingga berumur 6 bulan maka ia mula berbunga dan berbuah (Sila lihat foto disebelah). Bagaimana pun belum semua pokok dikebunnya yang menapai umur optima untuk menghasilkan buah. Kini pokoknya mampu berbunga dan berbuah sepanjang tahun dengan penjagaan yang baik.

Aktiviti memetik buah sacha ini kini dilakukan dengan kekerapan 3 - 5 hari sekali dimana dengan keluasan tanah 10 hektar yang telah tumbuh dengan baik maka ia berjaya memberikan penuaian sebanyak 10-15 tan dengan pendapatan sebanyak hampir 1 miliar dong Vietnam. Saudara Do Thanh Khoa memberitahu dimana pada tahun 2005 semasa dia telah mengetahui jenis pokok Sacha Inchi ini dan manfaatnya meman berminat menanamnya. Akan tetapi pokok sacha inci ini adalah jenis pokok yang masih asing di Vietnam disebabkan belum ada petani yang berani untuk mencubanya. Beliau kemudian pergi ke Institut Penyelidikan Pertanian Vietnam untuk bertemu dengan para pegawai serta pakar tanaman dengan tujuan untuk dia mendapatkan khidmat nasihat teknikal. Kemudian dia minta untuk menanam pokok ini secara komersil. Bagaimana pun masih tidak mencukupi tunjukajar diberikan dan dia nekad untuk meneruskan usahanya. Pakar pertania di pusat tersebut masih belum ada maklumat mengenai tanaman ini menyebabkan di terus ke Thailand berjumpa dengan petani yang sudah agal lama menanam sacha inci ini. Pada tahun 2015 dia meneruskan menanam seluas 5 hektar dengan dipantau oleh pihak pemerintah ditajuti membawa penyakiyt dan perosak merbahaya. Bagaimana pun kemudian pemerintah memberikan sokongan kepada tanaman ini.  


Petani Do Thanh Khoa telah melaburkan sebanyak 100 - 150 juta dong Vietnam satu hektar (RM18,385 - RM27,500 sehektar) dimana setelah dua tahun dakwanya dia boleh apat balik modal pelaburannya. Malahan dia mencapai keuntungan dan sampai tahun ke-3 dengan pendapatannya sebanyak 150 juta dong Vietnam sehektar setahun (RM27,500 sehektar setahun). Setelah percubaan penanaman ini berjaya maka pihak kerajaan Vietnam telah mendapatkan teknologi pemasarannya dan ingin memperluaskan lagi paenanaman di negara mereka. Petaani Do Thanh Khoa telah berani dakwa tanaman ini adalah sejenis pokok yang memberikan nilai pulangan ekonomi tinggi. Ia diakwa mampu untuk mengurangkan tahap kemiskinan petani lain dan digalakkan untuk mereka menanamnya. Keberanian beliau berkembang apabila pada awal tahun 2016 menyewa lagi tanah seluas 60 hektar lahan di provinsi Dac Lac (Veitnam Tengah). Sekarang dia sedang membekal benih sacha inci dari ladangnya sendirii kelokasi bari selain dari menjual kepada petani lain bagi ditanam di Gia Lai, Dac Lac dan Kon Tum. Dia juga telah menjalankan kaedah kontrak farming dengan petani lain disamping memberikan latihan dan tunjuk ajar. Hasil yang dibeli semula akan dikumpulkan dan diproses oleh beliau sehingga menjadi produk kebangaan negara. 


Berbalik ke Malaysia dimana penanaman sacha inci ini masih belum dijadikan pilihan petani. Kempen untuk menanamnya masih diperingkat awal dimana pokok Sacha Inchi yang merupakan tumbuhan baharu di dakwa mampu memberi pulangan jika sekiranya diusahakan dengan baik. Ada juga yang dakwa biji Sacha Inchi yang diproses oleh Cold Press menjadi minyak botol berisi 48 Omega 3 dan Omega 6, Omega 9 dan Vitamin D dan E. Penulis blog google untuk cari benihnya memang ada dijual di Lazada SachaInchi Seeds Gred AAA dengan harga RM4.99 satu peket (Sila lihat foto disebelah). Mungkin telah tiba masanya bagi petani di Malaysia untuk mengubah fikiran mereka dari penanaman sayur-sayuran, berkebun secara tradisional atau menanam padi secara bermusim kepada tanaman yang boleh menjana pendapatan jangka panjang dan pulangan yang lebih baik. Pastinya juga petani perlu menggunakan teknologi terbaik dan penggunaan baja untuk menghasilkan hasil yang lebih tinggi. Ada ahli-ahli politik yang berani menyatakan dimana menurutnya usaha  penanaman Sacha Inchi sebagai satu lagi program pertanian baru boleh dilakukan melalui bimbingan dan demonstrasi yang baik seperti koko, kelapa sawit, durian, getah dan buah-buahan sebelum ini untuk meningkatkan ekonomi petani. Sehinggakan di Ranau, Sabah dijanjikan akan sedia untuk membantu menubuhkan kilang untuk memproses tanaman Sacha Inchi jika lokasi itu sesuai bertujuan untuk membantu pekebun kecil di Ranau menghasilkan produk mereka untuk dieksport (Sumber: Borneo Post). Mereka diberitahu dalam program kempen dan pelancaran Program Green Valley Green Sacha Inchi di Ranau. Program kempen menanam sacha inci ini merupakan usaha baik menggesa orang ramai untuk merebut peluang tersebut bagi meningkatkan juga pendapatan keluarga mereka. Penulis blog masih menunggu bilakan tanaman sacha inchi ini akan menjadi satu tanaman yang menjanjikan oendapatan baik kepada petani seperti di Vietnam ini, Semuga artikel ini memberi info berguna kepad semua pembaca blog anim agro technology kali ini. Wasallam!!!...
SACHA INCHI... ITU TANAMAN APA...
DINEGRA VIETNAM... SUDAH CUBA...
PENDAPATAN BAIK... DONG 140 JUTA...
PETANI DIMALAYSIA... BAGAIMANA?...

By,
M Anem,
Senior Agronoomist Expert,
Precint 11, Putrajaya,
WP Putrajaya,
Malaysia.
(28 Syawal 1441H).

THANK YOU

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...